Sekedar Catatan Kecil Untuk Introspeksi Diri

Hidup ini rasanya seperti mimpi…

Banyak hal berlalu meleset dari rencana,
namanya juga manusia, hanya bisa berencana
hasil akhir selalu ada di tangan Tuhan

SkenarioNya sungguh sangat berbeda dari bayangan
kuharap bisa berakhir indah

Sering aku melamun
Mengulang-ulang masa lalu yang kulewati dalam pikiran

Mulai dari masa-masa kecil dulu
Dimana aku masih sangat cengeng dan manja
Apa apa menangis ke mama
Ya, aku memang selalu nempel sama beliau sejak dulu
Sampai sekarang :’)

Masa kecil bisa dibilang sangat sederhana
Belajar, main, nonton kartun, makan makanan enak,
Semua serba simpel,
Taraweh dan puasa bersama keluarga dan teman
Main petasan atau kembang api
Main sepeda atau permainan seru lain di bawah sinar bulan kala lampu mati
Main petak umpet , kejar-kejaran, tutup mata atau sekedar main game sega dan nintendo

Lalu kembali ke masa-masa sekolah dan ujian
Sangat simpel sekali
Tanpa beban pikiran, tak ada rasa lelah menggelayut di pundak..
Bergantung pada mama dan papa setiap saat..
That’s my childhood..

Setelah itu pikiran kembali melanglang buana
Menuju masa remaja,
mulai timbul rasa suka-sukaan sama lawan jenis
Mulai timbul rasa gengsi-gengsian antar sesama teman
Aku termasuk seorang kutu buku yang hanya eksis karna kebetulan punya otak yangΒ  bisa diandalkan
Padahal ingin sekali rasanya dikenal sebagai cewek cantik populer yang jago tari dan ngeband XD
Cupu dan gemuk. Cukup menggambarkan diriku kala SMP dan SMA.
Tapi walau begitu aku memiliki banyak teman karib yang sangat aku sayangi :’)

Aaah, nostalgia ketika kabur melihat gebetan lalu diam diam melihat dari jauh.. itu juga salah satu kenangan masa masa cupu kala SMA.
Hidup kala SMP dan SMA juga tidak terlalu rumit, kebanyakan hanya pusing soal pelajaran dan persiapan UAN.

Oh ya, sama satu lagi aku benci pelajaran olahraga terutama lari :3
Tapi kalau basket suka sih :3

Kala itu masih tomboy tomboynya, rambut selalu dicepol, dan selalu pakai baju gombrong dengan kalung dan gelang karet hitam. Pakai jam cowok. Dan seragam yg paling aku suka cuma seragam olahraga. semua seragam yang ada roknya? rrrrrh i hate it so much… kalo boleh pake celana gue mau pake celana deh. hahaha.

Desak desakan di bus dari SMAN 3 Bogor melalui jalan tol Jagorawi sudah biasa, bahkan pernah berdiri dengan satu kaki saja, sampai mau pingsan rasanya,

Kami “anak solar” yang biasa bolak balik dari Bogor – Citeureup memang biasa pulang bergerombol kala SMA dulu, sangat mencolok ketika kami semua pakai seragam batik cokelat khas SMA 3 dan bawahan hitam. Betul-betul seragam paling membanggakan untuk kami semua πŸ˜‰

image

Berhubung Bogor sangat dingin dan sering hujan, hampir tak lupa Jaket dan payung selalu rajin dibawa. Sudah sering kami kebanjiran saat pulang tapi begitu sampai di Citeureup semua kering kerontang, XD berasa malu pulang dengan baju basah tapi keadaan sekeliling kering. Ya begitulah, nostalgia masa lalu πŸ™‚

Setelah UAN terlewati, tibalah saatnya memasuki masa kuliah. Ketika semua orang sibuk ingin masuk univ negeri, aku yang gagal PMDK ke IPB justru menyibukkan diri untuk masuk kuliah ke Bina Nusantara.

Hmm, masuk masa perkuliahan tidak ada yang istimewa, hanya saja satu hal yang menyakitkan hati kalau teringat seseorang yang sangat berjasa di masa aku kuliah. Dia baik, dia sangat perhatian, ah ya kami pun kuliah bersama sama dan menempuh susah senang bersama-sama,

Sangat sulit menjelaskan perasaanku pada mantan yang satu ini, walau banyak kekurangan dia juga banyak kelebihan. Tapi entah kenapa perasaan ini ketika 5 tahun berlalu terasa sangat standar dan biasa-biasa saja. Bagaikan teman karib yang sudah berjuang sama-sama, tapi untuk dikatakan hubungan serius, I don’t know, I just can’t see any worth progress being with him, so static, so flat.

Sampai akhirnya kuputuskan untuk memutuskan hubungan dengan cara yang sangat sangat tidak baik kuakui πŸ™‚

Membuat dia dendam padaku dan mengutukku dengan berbagai sindiran yang memang pantas.

Kupikir inilah yang terbaik untuknya karena selama bersamaku kami tidak pernah berkembang. Keinginanku selalu dituruti olehnya, aku jadi terlalu manja dan tidak mandiri. Aku bahkan sangat seenaknya, like a master to her slave! It’s not a good relationship right? It’s so wrong! Tapi aku juga salah karena memutuskan hubungan secara tidak baik. Sampai akhirnya karma pun datang πŸ˜₯

Aku masuk ke tahapan hubungan yang sangat tidak sehat dengan orang yang baru, penuh dengan ketidakstabilan dan juga manipulasi. Mungkin ini buah yang aku petik akibat telah menyakiti hati mantan yang terdahulu, aku selalu merasa bersalah dan pernah meminta maaf. Ia memaafkan dengan dingin. Aku pernah merasa rindu dengan kebaikan dan semua perawatan yg aku dapat. Tapi sekaligus merasa bodoh karena melepas orang yg sudah sangat baik padaku.

Tapi aku juga tak mungkin balik lagi padanya, karena tidak ada dalam kamusku menjilat ludah sendiri. Aku punya alasan kenapa mau putus dengannya, karena aku merasa hubungan ku dengannya tidak ada progress..

Tapi penderitaanku diomeli, dikasari, dikatai dan dimanipulasi oleh kekasih baru membuat aku nyaris bunuh diri. Cut my hand? oh yeah I’m already did that. Aku yang takut pada benda tajam, dengan ringannya sambil menangis menorehkan gunting ke seluruh tangan. Bahkan sempat berusaha meminum wipol karena merasa harga diriku sangat terinjak-injak.

image

Sesungguhnya aku sangat menyayangi kekasih keduaku ini, namun karena ia sering mengomeliku dan memperlakukanku dengan kasar, rasa sayang itu makin menipis dan menipis berubah jadi benci.. cinta yang pahit, masih cinta tapi penuh dengan kekecewaan. Sakit sekali. tapi aku berusaha setia dan bertahan.

image

Setelah beberapa lama bertahan, perilakunya mulai membaik, ia mulai memperlakukanku sebagai layaknya kekasih tapi entah kenapa semua terasa salah. Aku selalu bertanya tanya apakah ia akan kembali ke perilakunya dahulu, hatiku pun selalu terbelah jadi dua akibat di sisi lain aku ingin bersamanya, tapi disisi lain aku juga takut padanya.

Semua juga makin runyam ketika orang tua dan kakakku sangat tidak menyukai dan menentang kekasih keduaku ini.

Aku selalu teringat kekejamannya, tapi teringat juga kasih sayangnya ketika menyayangiku, ketika ia sedang baik dan sayang padaku dia sangat manis sekali. Tapi ketika ia marah dan kesal pada suatu hal aku pasti kena imbasnya πŸ˜₯

Bahkan pernah aku berusaha balas dendam untuk memberi ia pelajaran, sakitnya seperti apa kalau diperlakukan tidak layak.

Dan dia bilang, “kalo sayang ga mungkin kamu balas dendam begini ke aku”

Entahlah, pikiranku sudah rusak bagai mayat hidup kala itu. Aku tidak percaya sepenuhnya padanya. Batasan salah dan benar dalam hubungan pun aku sudah tidak mengerti lagi, aku sudah tak bisa membedakan siapa yang harus dibela siapa yang tidak. Apakah aku harus membela dirinya atau keluargaku.

Aku setia, aku bertahan sebisa mungkin, Tapi ia selalu mengeluh mengeluh dan mengeluh, membuat aku bimbang apakah dia bisa jadi imamku nantinya. Bersama dia aku selalu merasa kecewa. Entahlah. Mungkin karena aku tidak bisa melupakan semua perlakuan kasarnya padaku.

Ia sering meminta uang padaku, aku kadang berpikir apakah ini benar atau salah. Berjuang bersama itu memang bagus, tapi bukan berarti kamu bisa meminta uang seenaknya tanpa memikirkan kepentingan bersama. Pikirannya terlalu pendek. Tak jarang aku harus pinjam uang pada mama dan papa sampai aku merasa, ah, bagaimana bisa aku membanggakan dirimu didepan orangtuaku jika kamu sendiri tidak bisa membuktikan padaku kamu mampu berubah jadi lebih baik πŸ˜₯

Aku ingat ia memperlakukan kasar jika aku melakukan kesalahan, mengatai aku goblok, bego, membuat aku patah hati dengan flirting ke mantannya atau cewek lain kala kita bertengkar. cuek padaku ketika hari ulang tahunku karena ia tidak bisa membelikanku hadiah ulang tahun. Aku sering berpikir, apa arti diriku untuknya. Oh ya saat terakhir kami bertengkar ia dengan enaknya mengatai aku anjing dan cewek murahan. Aku bahkan pernah dikatai Fuck You olehnya. Ya, mungkin itulah arti diriku untuknya :’)

image

Ah dan pada saat terakhir kami berkomunikasi ia meminta maaf, lalu tak lama kembali merengek pinjam uang padaku. That’s enough. Dengan itu aku sudah mengerti apa arti diriku sebetulnya untukmu. Kamu ga benar-benar cinta padaku. Kamu hanya tidak ingin kehilangan seseorang yang bisa jadi samsakmu saat kamu sebal, bete dan seseorang yang bisa jadi ATM berjalanmu saat kau tak punya uang πŸ˜₯ huk.. sakit!!!!

image

Aku ingat aku pernah berdoa suatu malam, dengan tangis sesenggukan sambil memohon untuk segera mengakhiri penderitaanku.

“Ya Tuhan tolong kabulkan permohonanku yang satu ini, tolong nikahkan aku secepatnya di tahun ini juga atau paling lambat tahun depan. Kirimkan aku jodoh yang terbaik darimu ya Allah yang bisa memperlakukan aku dengan baik. Yang bisa mencintai aku dan membimbing aku dengan penuh kasih sayang πŸ˜₯ Aku sudah cukup dengan pelajaran ini, aku sudah mengerti arti karma yang kau berikan. Aku sudah mengerti siapa orang yang pantas bersamaku dan siapa yang tidak. Aku juga sudah mengerti bagaimana seharusnya aku memperlakukan orang yang mencintaiku dengan tulus. Aku sudah mengerti bahwa selama ini aku selalu bertindak egois dan semaunya sendiri. Kini aku mengerti arti kesetiaan dan arti menerima dan memperlakukan orang yang kita cintai dengan layak. Jika Kau anggap aku sudah siap, nikahkanlah aku segera dan jadikan pernikahan itu untuk selamanya, di dunia akhirat, sakinah mawaddah warahmah, sudah cukup aku merasakan pahit seperti ini. Ya Allah aku mohon padamu”

ucapku kala itu sambil menangis semalaman.

Hey, yah begitulah renungan yang selama ini sering aku pikirkan dan membuat aku menangis tiba-tiba. Aku menangis karena takut harus mengalami kepahitan seperti dulu.

Aku takut Ketika aku mencintai seseorang dan memberikan segalanya dan kemudian ia membuangku, cuek padaku dan atau meninggalkan aku begitu saja? Ah, ya, aku takut karma ku belum selesai.

Tapi aku bersyukur, entah ini jawaban doaku saat itu atau bukan, Kini aku sudah bertemu dengan seseorang yang sangat baik, pengertian, lembut. Aku sangat mencintai dia. Dia selalu meyakinkanku dia akan menjagaku dan bahkan kami berencana untuk menikah September 2015 ini. Tapi entah kenapa setelah banyak peristiwa yang aku lalui aku jadi tidak terlalu percaya diri dengan hubunganku bahkan dengan diriku sendiri. Aku hanya berusaha untuk menjalaninya sebaik mungkin, berusaha untuk tidak pernah menghardik dia, mengomeli dia, kasar padanya. Berusaha mencurahkan kasih sayangku kepadanya, tidak seperti pada hubunganku yang lalu dimana aku selalu menuntut untuk disayang tapi cuek pada kekasihku sendiri.

Yang aku tau aku sangat sayang padanya dan takut kehilangan dia.
Aku cuma bisa berusaha menjaga agar dia tak bosan padaku lalu pergi dariku, seperti yang aku lakukan dulu pada mantanku yg pertama.

Tapi kalau ternyata ini hanya manis sesaat, dimana Allah berkata, “hai karmamu belum selesai” kurasa aku harus selalu bersiap dengan kemungkinan terburuk.

Tapi aku akan berusaha menjalaninya dengan senyuman, berusaha tabah menjalani hidup ini. Sambil terus berupaya positif dan membahagiakannya.

Tapi kalau ternyata ujungnya ia tak bahagia bersamaku apa boleh buat. Kalau nanti ternyata ia merasa aku bukanlah wanita idamannya apa boleh buat. Yang aku tau aku hanya punya wajah yang lumayan, tapi kemampuanku nol besar. Aku tidak bisa masak, tidak biasa beres beres rumah, tidak mandiri πŸ˜₯ aku sering berpikir apakah aku wanita yang terbaik untuknya. Ia sebenarnya pantas mendapat yang lebih baik dariku. Tapi di lain pihak aku tidak ingin kehilangan dia.

Tapi jika memang aku harus kehilangan dia, suatu saat nanti…

Mungkin sedikit sayatan pisau di lengan dan doa di sepertiga malam bisa jadi pengobat hatiku yang kembali remuk redam :’)

Entahlah.. Mungkin aku terlalu depresi. Mungkin aku hanya lelah. Mungkin.. ini saatnya mengubur luka lama dan menciptakan kulit baru yang lebih tebal dan kokoh.

Ya Allah aku hanya.. memohon pada Mu untuk selalu mengarahkanku pada skenarioMu yang terbaik dan terindah. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s